Cara Kerja Motherboard Pada Komputer

Cara Kerja Motherboard – Motherboard memiliki fungsi yang sangat vital pada sebuah komputer. Cara kerja motherboard yang menjadi bagian utama komputer ini adalah dengan menghubungkan semua hardware komputer. Motherboard menyediakan jalur komunikasi mulai dari prosesor, power suplai, harddisk, RAM, dan lainnya dengan cara kerja seperti berikut.

Memahami Cara Kerja Motherboard Komputer

Setiap komponen akan mempengaruhi cara kerja motherboard dalam menghubungkan daya dan data pada seluruh bagian komputer. Motherboard pada komputer sendiri bekerja dengan cara sebagai berikut.

cara kerja motherboard

Motherboard Menghidupkan Power Supply

Pada saat komputer belum menyala atau on, motherboard mendapatkan tegangan dari power supply. Tegangan 5volt dari power supply inilah yang digunakan untuk motherboard stand-by atau siap untuk dinyalakan.
Kemudian cara kerja motherboard akan dimulai dengan menghidupkan power supply utama pada saat tombol power komputer ditekan. Bagian-bagian power supply pada motherboard ini berisi tegangan-tegangan yang dibutuhkan komputer untuk menyala.

Motherboard pada komputer merupakan penghubung daya dan semua hardware komputer. Komponen ini menyediakan jalur untuk akses antar bagian di dalam sebuah komputer. Motherboard adalah tempat yang menghubungkan semua peralatan komputer. Papan rangkaian elektronik ini juga berfungsi untuk mendistribusikan arus input dan data yang dibutuhkan untuk operasi komputer.

Motherboard atau mainboard dapat dikatakan sebagai syaraf dari sebuah perangkat komputer. Papan elektronik tersebut memiliki peripheral-peripheral yang saling terhubung. Semua peripheral inilah yang akan menjadi satu kesatuan untuk sebuah sistem yang utuh.

Motherboard sangat berpengaruh untuk komputer dapat berjalan lancar. Papan rangkaian elektronik utama pada komputer ini terdiri dari banyak komponen seperti memori, prosesor, sound card, dan video graphic acceleration.
Kualitas dari motherboard itu sendiri sangat ditentukan oleh chipset yang digunakan. Ada banyak chipset untuk motherboard yang dapat membantu kinerja komputer lebih baik.

Bios Pada Motherboard Bekerja

Setelah komputer mendapatkan supply tenaga utama, bagian motherboard yang bekerja adalah BIOS komputer. Cara kerja motherboard dilanjutkan dengan mengecek semua hardware yang terhubung pada komputer. BIOS ini akan memeriksa apakah sudah siap atau tidak untuk perangkat seperti processor, harddisk, RAM, dan perangkat lainnya.

Baterai pada motherboard adalah daya utama untuk BIOS. Jadi BIOS akan tetap berjalan, walaupun komputer sedang tidak dinyalakan. Sistem BIOS yang menggunakan cadangan daya pada motherboard ini juga memiliki jam digital yang merupakan sistem waktu komputer. Pada dasarnya, BIOS di dalam motherboard berfungsi untuk melakukan inisialisasi hardware.

Anda bisa melakukan pengaturan BIOS komputer ini dengan menekan tombol yang sudah ditetapkan oleh pembuat motherboard. Biasanya tombol tersebut adalah F2 atau DEL atau bisa juga tombol yang lainnya. Pada saat pengaturan ini, komponen seperti hardware, prosessor, dan RAM belum bekerja secara optimal.

Komputer akan bekerja dengan menggunakan motherboard sebagai jembatan untuk mengalirkan data ke seluruh komponen komputer. Misalnya saja adaptor pada sebuah motherboard, aliran listrik hanya akan masuk ke komponen komputer dengan adaptor di motherboard tersebut. Bisa dikatakan bahwa setiap bagian atau komponen penyusun motherboard sangat penting untuk komputer.

Motherboard Memulai Loading Sistem Operasi

Motherboard akan memulai proses loading untuk sistem operasi setelah BIOS selesai di-load. Cara kerja motherboard ini bisa lambat atau cepat tergantung dari besaran file sistem operasi dan juga kecepatan prosesor. Setelah proses booting, proses komputer akan dilanjutkan ke bagian chipset yang menentukan setiap bagian BIOS siap untuk dijalankan dan komputer siap untuk beroperasi.

Proses yang disebut sebagai booting ini, motherboard akan menghubungkan komputer dengan media penyimpanan seperti harddsik, CD/ DVD, atau flashdisk. Perangkat seperti RAM dan hardware komuter sudah dioptimalkan fungsinya setelah booting.

Motherboard atau mainboard sendiri terdiri dari jembatan utara dan selatan. Jembatan tersebut berfungsi untuk menyalurkan bagian-bagian yang ada di motherboard dan seluruh komponen komputer. North bridge atau jembatan utara pada motherboard antara lain Front Side Bus atau FSB, bus memori, dan AGP bus memori.
Bus memori pada motherboard akan menyalurkan data ke memori yang ada di dalam motherboard. AGP bus menjadi bagian dari motherboard yang bekerja dengan cara menyalurkan data ke kartu grafis atau graphic desain. Sedangkan untuk FSB bekerja dengan menghubungkan data ke prosesor komputer. North bridge adalah chipset untuk jalur berkecepatan tinggi seperti RAM dan VGA.

Jembatan bus selanjutnya pada motherboard dikenal sebagai south bridge atau jembatan selatan. Terdiri dari bus PCI dan bus ATA yang terhubung ke beberapa komponen komputer. Untuk bus PCI bertugas menghubungkan komponen-komponen PCI pada motherboard seperti tombol restart dan tombol power.

Sedangkan bus ATA bekerja dengan menghubungkan bagian driver seperti harddisk, CD drive, dan disk drive. Kecepatan koneksi jembatan selatan bisa dikatakan lebih rendah, tetapi peranannya penting untuk menghubungkan hampir seluruh bagian hardware komputer kecuali RAM dan VGA.

Motherboard dan Hardware yang Terhubung akan Bekerja

Akses hardware yang terhubung motherboard akan lebih optimal setelah booting. Apalagi dengan dukungan dari driver dan hardware yang digunakan. Setelah ini, cara kerja motherboard ditentukan oleh sistem operasi.
Motherboard akan menjadi penghubung untuk instruksi pada setiap hardware komputer. Fungsi tersebut dijalankan dengan media peripheral input output. Media peripheral yang terhubung antara lain printer, mouse, keyboard, dan lain-lain. Motherboard umumnya memiliki input output ports untuk interface seperti USB, PS/2, PCL, Serial, dan LPT.

Setiap port yang ada di motherboard memiliki karakteristik berbeda dan fungsinya masing-masing. Port tersebut yang akan memudahkan user atau pengguna saat berinteraksi dengan komputer seperti melakukan save dokumen, mencetak dokumen, dan lain-lain.

Motherboard memilki beberapa port, soket, dan slot konektor yang dapat menghubungkan hardware komputer. Soket motherboard terdiri dari soket RAM, Floopy, ATA/ IDE, SATA, dan soket prosesor. Sementara untuk slot motherboard terdiri dari Slot AGP, PCI, Front Panel, dan PCI-E. Motherboard juga bekerja dengan menghubungkan hardware melalui port motherboard.

Port yang dibuat pada sebuah motherboard umumnya terdiri dari port USB, port LAN, port serial, port PS/2, dan port audio. Ada juga port paralel walaupun sekarang sudah jarang ada pada motherboard keluaran terbaru. Semua port, slot, dan soket tersebut menghubungkan banyak hardware komputer.

Motherboard Mengirim Perintah OFF Saat Komputer Dimatikan

Setelah menggunakan komputer, daya akan dimatikan dengan perintah off oleh sistem operasi ke bagian power supply pada motherboard. Saat komputer mati, terdapat daya dari battery backup yang digunakan untuk menyimpan data seperti tanggal dan waktu. Hal tersebut yang membuat komputer tetap berada di pengaturan waktu yang sesuai walaupun tidak diberi daya listrik.

Perlu diingat bahwa komputer hanya akan berjalan dengan normal apabila motherboard dalam kondisi bagus. Apabila ada kerusakan atau salah satu komponen motherboard tidak berfungsi, maka akan berpengaruh pada pengoperasian komputer yang juga ikut bermasalah.

Itulah cara kerja motherboard yang ada di dalam sebuah komputer. Motherboard ini dapat diperbaiki atau diganti agar komputer dapat beroperasi secara lancar dan normal.

Add Comment